Alda lahir dengan nama Alda Risma Elfariani pada tanggal 23 November 1982 di kota Bogor, Jawa Barat. Ia merupakan anak ketiga dari 8 bersaudara pasangan Halimah dan Amir Farid Rizal. Namanya mulai dikenal di industri musik Indonesia ketika berusia 14 tahun setelah berkolaborasi dengan boyband asal Inggris, Code Red, melalui lagu We Can Make It. Pada 1998, Alda Risma semakin mantap terjun ke dunia tarik suara dengan bersolo karir ketika berusia 15 tahun. Single berjudul ‘Aku Tak Biasa’ yang merupakan lagu debutnya sukses mendapatkan respons positif dari masyararakat Indonesia dan Malaysia. Berkat kesuksesannya tersebut, membawa nama Alda Risma ke Anugerah Musik Indonesia 1998 untuk Artis Solo Wanita Pop Terbaik untuk single tersebut. Tak berhenti sampai situ, pada 2001, Alda Risma mulai menjajaki dunia akting dengan membintangi beberapa judul sinetron. Salah satu judul sinetron yang diperankannya bertajuk ‘Kesucian Prasasti’. Pada tanggal 12 Desember 2006, ia ditemukan meninggal di kamar 432, hotel Grand Menteng. Sekujur tubuhnya dipenuhi dengan bekas suntikan. Ini bukan kali pertama Alda mengalami overdosis, tetapi ia juga mengalami hal yang sama pada bulan Oktober 2005. Diduga ia meninggal karena kelebihan dosis, ahli forensik RSCM Zulhasmar Samsu mengungkapkan bahwa ia meninggal karena keracunan psikotropika. Dalam tubuhnya ditemukan sekitar 20 hingga 25 bekas suntikan, mengandung benzodiazepine, propofol, pethidine, morfin, dan pil analgetik.[7] Perpaduan kandungan obat-obatan tersebut menyerang sistem saraf pusat dan saluran pernapasannya. Pada tanggal 13 Desember 2006, jenazah Alda dibawa ke TPU Blender, Bogor.